Kyai Haji Ahmad Dahlan

Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (lahir di Yogyakarta1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta23 Februari1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putra keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.

Latar belakang keluarga dan pendidikan[sunting | sunting sumber]

Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa.[1] Silsilahnya tersebut ialah Maulana Malik IbrahimMaulana IshaqMaulana 'Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan).[2]
Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad AbduhAl-AfghaniRasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.
Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NUKH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.
Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah.[1] Di samping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putra dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta.[3] [4]
KH. Ahmad Dahlan meninggal pada tahun 1923 dan dimakamkan di pemakaman KarangKajenYogyakarta [5] [6].

Pengalaman organisasi[sunting | sunting sumber]

Di samping aktif dalam menggulirkan gagasannya tentang gerakan dakwah Muhammadiyah, ia juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil dengan berdagang batik yang saat itu merupakan profesi wiraswasta yang cukup menggejala di masyarakat.
Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan mempunyai gagasan-gagasan cemerlang, Dahlan juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat, sehingga ia juga dengan cepat mendapatkan tempat di organisasi Jam'iyatul KhairBudi UtomoSyarikat Islam dan Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Pada tahun 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur'an dan al-Hadits. Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.
Gagasan pendirian Muhammadiyah oleh Ahmad Dahlan ini juga mendapatkan resistensi, baik dari keluarga maupun dari masyarakat sekitarnya. Berbagai fitnahan, tuduhan dan hasutan datang bertubi-tubi kepadanya. la dituduh hendak mendirikan agama baru yang menyalahi agama Islam. Ada yang menuduhnya kyai palsu, karena sudah meniru-niru bangsa Belanda yang Kristen, mengajar di sekolah Belanda, serta bergaul dengan tokoh-tokoh Budi Utomo yang kebanyakan dari golongan priyayi, dan bermacam-macam tuduhan lain. Saat itu Ahmad Dahlan sempat mengajar agama Islam di sekolah OSVIA Magelang, yang merupakan sekolah khusus Belanda untuk anak-anak priyayi. Bahkan ada pula orang yang hendak membunuhnya. Namun ia berteguh hati untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaruan Islam di tanah air bisa mengatasi semua rintangan tersebut.
Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan badan hukum. Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan Surat Ketetapan Pemerintah No. 81 tanggal 22 Agustus 1914. Izin itu hanya berlaku untuk daerah Yogyakarta dan organisasi ini hanya boleh bergerak di daerah Yogyakarta. Dari Pemerintah Hindia Belanda timbul kekhawatiran akan perkembangan organisasi ini. Maka dari itu kegiatannya dibatasi. Walaupun Muhammadiyah dibatasi, tetapi di daerah lain seperti SrandakanWonosariImogiri dan lain-Iain telah berdiri cabang Muhammadiyah. Hal ini jelas bertentangan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda. Untuk mengatasinya, maka KH. Ahmad Dahlan menyiasatinya dengan menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai nama lain. Misalnya Nurul Islam di PekalonganAl-Munir di Ujung Pandang, Ahmadiyah[7] di Garut. Sedangkan di Solo berdiri perkumpulan Sidiq Amanah Tabligh Fathonah (SATF) yang mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah. Bahkan dalam kota Yogyakarta sendiri ia menganjurkan adanya jama'ah dan perkumpulan untuk mengadakan pengajian dan menjalankan kepentingan Islam.
Berbagai perkumpulan dan jama'ah ini mendapat bimbingan dari Muhammadiyah, di antaranya ialah Ikhwanul-Muslimin,[8] TaqwimuddinCahaya MudaHambudi-SuciKhayatul QulubPriya UtamaDewan IslamThaharatul QulubThaharatul-AbaTa'awanu alal birriTa'ruf bima kanu wal- FajriWal-AshriJamiyatul MusliminSyahratul Mubtadi.[9]
Dahlan juga bersahabat dan berdialog dengan tokoh agama lain seperti Pastur van Lith pada 1914-1918. Van Lith adalah pastur pertama yang diajak dialog oleh Dahlan. Pastur van Lith di Muntilan yang merupakan tokoh di kalangan keagamaan Katolik. Pada saat itu Kiai Dahlan tidak ragu-ragu masuk gereja dengan pakaian hajinya.[10]
Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan oleh Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, di samping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapatkan sambutan yang besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain berdatangan kepadanya untuk menyatakan dukungan terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang hampir di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 2 September 1921.
Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga memfasilitasi para anggota Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah AIgemeene Vergadering (persidangan umum).

Pahlawan Nasional[sunting | sunting sumber]

Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesiamenetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Dasar-dasar penetapan itu ialah sebagai berikut:
  1. KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat;
  2. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam;
  3. Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; dan
  4. Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.

sumber terkait.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dahlan

Seni Drama

Seni Drama
Mungkin para user sudah pernah baca apa itu seni drama baik itu dari website-website yang lain maupun dari para blogger, yang ingin admin sampaikan di sini hanya kesimpulan dari semua makna, pengertian ataupun arti dari seni drama tersebut.
Arti yang pertama admin ambil dari www.gopengertian.blogspot.co.id yang berbunyi Drama sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak dan sebagainya. Kata drama dapat di artikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan.
Pengertian kedua admin ambil dari situs www.lihatdisini.com yang menyampaikan bahwa seni drama adalah bentuk seni pertunjukan yang komplek. Dimana di dalam seni drama ini tercakup beberapa seni lainnya, seperti seni gerak, seni peran, seni sastra, seni musik, seni rupa hingga seni tari yang biasa dilibatkan sebagai penghibur.
Dan makna seni drama terakhir admin dari situs www.pengertianahli.com yang menyatakan bahwa drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.
Dari ketiga pengertian di atas admin sudah bisa menyimpulkan bahwa seni Drama adalah suatu bentuk seni pertunjukan yang komplek dari karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog, perbuatan, atau tindakan dengan maksud untuk menghibur dan diperankan oleh para aktor ataupun aktris.
Sejarah Seni Drama
Drama telah diperankan sebagai pertunjukan sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita telah memerankan drama sejak ribuan tahun yang lalu. adanya selembar bukti tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan yang mengekspresikan bahwa drama telah ada pada abad kelima SM. Hal ini didasarkan pada temuan naskah drama kuno di Yunani. Penulisnya yaitu Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi ceritanya berbentuk persembahan kepada dewa-dewa.

Di Indonesia, riwayat lahirnya drama ini juga tidak jauh berlainan dengan kelahiran drama di Yunani. Drama di Indonesia juga dimulai dengan upacara keagamaan yang diselenggarakan pada zaman dahulu oleh para pemuka agama.

Jenis-Jenis Drama

ada beberapa jenis drama tergantung dari dasar yang digunakannya. Dalam bentuk pembagian jenis drama, biasanya digunakan 3 dasar, yaitu : berdasarkan penyajian kisah drama, berdasarkan sarana, serta berdasarkan keberadaan naskah drama tersebut. Berdasarkan penyajian kisah, drama dapat dibedakan menjadi 8 jenis, antara lain: 

Tragedi: drama yang bercerita tentang kesedihan.
1.       Komedi: drama yang bercerita tentang komedi yang penuh dengan kelucuan.
2.       Tragekomedi: perpaduan antara kisah drama tragedi dan komedi.
3.       Opera: drama yang dialognya dengan cara dinyanyikan dan diiringi musik.
4.       Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dan dengan diiringi musik.
5.       Farce: drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya drama tersebut dagelan.
6.       Tablo: jenis drama yang lebih mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan suatu dialog, namun dengan melakukan berbagai gerakan.
7.       Sendratari: gabungan antara seni drama serta seni tari.

Berdasarkan dari sarana pementasannya, pembagian jenis drama antara lain: 

1.       Drama Panggung: drama yang sepenuhnya dimainkan dipanggung.
2.       Drama Radio: drama radio tidak seperti biasanya. Drama ini tidak dapat dilihat, tepai hanya dapat didengerkan oleh penikmatnya saja dengan melalui radio.
3.       Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, namun drama televisi tidak dapat diraba.
4.       Drama Film: drama film menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.
5.       Drama Wayang: drama yang diiringi dengan pagelaran wayang.
6.       Drama Boneka: para tokoh drama tidak dimainkan oleh aktor manusia sungguhan, tetapi digambarkan dengan boneka yang dimainkan beberapa orang.

Jenis drama berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ada tidaknya naskah drama antara lain : 

1.       Drama Tradisional: yaitu drama yang tidak menggunakan naskah.
2.       Drama Modern: yaitu drama yang menggunakan naskah.



Unsur-Unsur Drama

Berikut unsur-unsur drama : 

1.       Tema merupakan ide pokok atau sebuah gagasan utama dalam cerita drama.
2.       Alur yaitu jalan cerita dari pertunjukkan drama dimulai pada babak pertama sampai babak terakhir.
3.       Tokoh drama terdiri atas tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama disebut juga dengan primadona sedangkan peran pembantu disebut dengan figuran.
4.       Watak merupakan perilaku yang diperankan oleh si tokoh drama tersebut. Watak protagonis adalah salah satu jenis watak dan protagonis adalah berwatak baik. Sedangkan watak antagonis merupakan watak yang jahat.
5.       Latar adalah gambaran tempat, waktu, serta situasi yang terjadi dalam kisah drama yang berlangsung.
6.       Amanat drama merupakan pesan yang disampaikan dari pengarang cerita drama tersebut kepada penonton. Amanat drama dapat disampaikan dengan melalui peran para tokoh drama tersebut.



Ciri-Ciri Teks Drama

 

1.       Seluruh cerita drama berbentuk dialog, baik tokoh dan juga narator. Inilah ciri utama dalam naskah dialog, semua ucapan ditulis dalam bentuk teks.
2.       Dialog dalam drama tidak menggunakan tanda petik ("..."). Hal ini karena dialog drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama sendiri tidak menggunakan tanda petik.
3.       Naskah drama sendiri dilengkapi dengan sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan pada tokoh yang pemeran bersangkutan. Petunjuk tersebut ditulis dalam tanda kurung atau dapa juga dengan menggunakan jenis huruf yang berbeda dengan huruf pada dialog.
4.       Naskah drama terletak diatas dialog atau disamping kiri dialog.

Itulah pengertian drama, sejarah drama, jenis-jenis drama, unsur-unsur drama, dan ciri-ciri teks drama.

Read more: 
http://gopengertian.blogspot.com/2015/09/pengertian-drama-jenis-jenis-drama-unsur-unsur-drama.html#ixzz4RI2k1GKw

Seni Keramik

Seni Keramik
Mungkin para user sudah pernah baca apa itu seni keramik baik itu dari website-website yang lain maupun dari para blogger, yang ingin admin sampaikan di sini hanya berusaha  menyimpulkan semua makna, pengertian ataupun arti saja dari seni keramik tersebut.
Makna yang pertama admin ambil dari www.wikipedia.org menyatakan bahwa seni keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer.
Makna yang kedua admin ambil dari situs www.lihatdisini.com yang menyatakan bahwa seni keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk menciptakan sebuah karya seni dan bersifat tradisional hingga kontemporer.
Makna yang ketiga admin ambil dari www.shellaaaach.wordpress.com yang menyatakan suatu kerajinan yang menggunakan bahan baku tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah.
Dari ketiga sumber di atas maka admin bisa menyimpulkan bahwa Seni keramik ialah salah satu cabang seni rupa murni yang mengadaptasikan alat baku tanah liat dengan cara (di pijit, butsir, pilin, bakar dan glasir) sehingga menjadi suatu materi atau benda hias pakai yang indah.
Tujuan Pembuatan
Membentuk keramik membutuhkan metode-metoda yang khusus dan unik. Hal ini berhubungan dengan karakter tanah liat yang plastis, dimana dibutuhkan penanganan khusus dalam pengerjaannya maupun penggarapannya. Membentuk keramik sangat berlainan dengan pengerjaan kerajinan kayu, logam maupun yang lainnya. Teknik membentuk keramik adalah rangkuman teknik yang panjang, yang didalamnya ada tingkatan-tingkatan yang kritis. Kritis, karena tingkatan ini sangat beresiko terhadap kekecewaan. Tingkatan teknik dalam membentuk keramik saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Teknik permulaan yang diproses dengan baik, akan menciptakan produk yang baik, demikian pula sebaliknya kesalahan ditingkat permulaan teknik maka akan menciptakan produk yang kurang baik.

·         Alat dan bahan
1.       Bahan keramik “Pengikat” Contoh : kaolin, ball clay, fire clay, red clay.
2.        Bahan keramik “Pelebur” Contoh : felspar, kapur.
3.        Bahan keramik “Pengisi” Contoh : silika, grog (samot)
4.        Bahan keramik “Tambahan” Contoh : water glass, talk, pyrophillit
5.       Bahan Keramik Mentah Glasir. (Bahan keramik yang membuat lapisan gelas pada permukaan benda kerajinan keramik setelah melalui proses pembakaran pada suhu tertentu), diantaranya adalah :
6.        bahan keramik tersebut mengandung SiO2 – pasir kuarsa – lempung – felspar
7.       bahan keramik tersebut mengandung oksida basa – potas felspar – batu kapur – soda abu
8.       bahan keramik tersebut mengandung Al2O3 – kaolin – felspar
9.       Bahan tambahan Contoh : bahan pewarna (senyawa cobalt, senyawa besi, senyawa nikel, senyawa chrom dan sebagainya), bahan perekat (gum), bahan penutup (oksida sirkon, oksida seng), bahan pelebur (asam borat, borax, Na2CO3, K2CO3, BaCO3 ,Pb3O4 dan sebagainya), bahan opacifer (SnO2, ZrO dan sebagainya).
  

Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda (AcehBanda Aceh1593 atau 1590[1] – Banda AcehAceh27 September 1636) merupakan sultan yang paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636.[2] Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinan Iskandar Muda, dimana daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam.[1] Namanya kini diabadikan di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh.

Keluarga dan masa kecil[sunting | sunting sumber]

Asal usul[sunting | sunting sumber]

Dari pihak leluhur ibu, Iskandar Muda adalah keturunan dari Raja Darul-Kamal, dan dari pihak leluhur ayah merupakan keturunan dari keluarga Raja Makota Alam. Darul-Kamal dan Makota Alam dikatakan dahulunya merupakan dua tempat pemukiman bertetangga (yang terpisah oleh sungai) dan yang gabungannya merupakan asal mula Aceh Darussalam. Iskandar Muda seorang diri mewakili kedua cabang itu, yang berhak sepenuhnya menuntut takhta.[2]
Ibunya, bernama Putri Raja Indra Bangsa, yang juga dinamai Paduka Syah Alam, adalah anak dari Sultan Alauddin Riayat SyahSultan Aceh ke-10; dimana sultan ini adalah putra dari Sultan Firman Syah, dan Sultan Firman Syah adalah anak atau cucu (menurut Djajadiningrat) Sultan Inayat Syah, Raja Darul-Kamal.[2]
Putri Raja Indra Bangsa menikah dengan upacara besar-besaran dengan Sultan Mansur Syah, putra dari Sultan Abdul-Jalil, dimana Abdul-Jalil adalah putra dari Sultan Alauddin Riayat Syah al-KahharSultan Aceh ke-3.[2]

Pernikahan[sunting | sunting sumber]

Sri Sultan Iskandar Muda kemudian menikah dengan seorang Putri dari Kesultanan Pahang. Putri ini dikenal dengan nama Putroe Phang. Konon, karena terlalu cintanya sang Sultan dengan istrinya, Sultan memerintahkan pembangunan Gunongan di tengah Medan Khayali (Taman Istana) sebagai tanda cintanya. Kabarnya, sang puteri selalu sedih karena memendam rindu yang amat sangat terhadap kampung halamannya yang berbukit-bukit. Oleh karena itu Sultan membangun Gunongan untuk mengubati rindu sang puteri. Hingga saat ini Gunongan masih dapat disaksikan dan dikunjungi.

Masa kekuasaan[sunting | sunting sumber]

Masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda yang dimulai pada tahun 1607 sampai 1636, merupakan masa paling gemilang bagi Kesultanan Aceh, walaupun di sisi lain kontrol ketat yang dilakukan oleh Iskandar Muda, menyebabkan banyak pemberontakan di kemudian hari setelah mangkatnya Sultan.
Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur pada masa kejayaannya. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh pada zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau. Kekuasaan Aceh pula meliputi hingga Perak.
Ketika Iskandar Muda mulai berkuasa pada tahun 1607, ia segera melakukan ekspedisi angkatan laut yang menyebabkan ia mendapatkan kontrol yang efektif di daerah barat laut Indonesia.[1] Kendali kerajaan terlaksana dengan lancar di semua pelabuhan penting di pantai barat Sumatra dan di pantai timur, sampai ke Asahan di selatan. Pelayaran penaklukannya dilancarkan sampai jauh ke Penang, di pantai timur Semenanjung Melayu, dan pedagang asing dipaksa untuk tunduk kepadanya. Kerajaannya kaya raya, dan menjadi pusat ilmu pengetahuan.[3]

Kontrol di dalam negeri[sunting | sunting sumber]

Menurut tradisi Aceh, Iskandar Muda membagi wilayah Aceh ke dalam wilayah administrasi yang dinamakan ulèëbalang dan mukim; ini dipertegas oleh laporan seorang penjelajah Perancis bernama Beauliu, bahwa "Iskandar Muda membabat habis hampir semua bangsawan lama dan menciptakan bangsawan baru." Mukim1 pada awalnya adalah himpunan beberapa desa untuk mendukung sebuah masjid yang dipimpin oleh seorang Imam (AcehImeum). Ulèëbalang (MelayuHulubalang) pada awalnya barangkali bawahan-utama Sultan, yang dianugerahi Sultan beberapa mukim, untuk dikelolanya sebagai pemilik feodal. Pola ini djumpai di Aceh Besar dan di negeri-negeri taklukan Aceh yang penting.[3]
Hubungan dengan bangsa asing[sunting | sunting sumber]

Inggris[sunting | sunting sumber]

Pada abad ke-16, Ratu InggrisElizabeth I, mengirimkan utusannya bernama Sir James Lancester kepada Kerajaan Aceh dan mengirim surat yang ditujukan: "Kepada Saudara Hamba, Raja Aceh Darussalam." serta seperangkat perhiasan yang tinggi nilainya. Sultan Aceh kala itu menerima maksud baik "saudarinya" di Inggris dan mengizinkan Inggris untuk berlabuh dan berdagang di wilayah kekuasaan Aceh. Bahkan Ratu Elizabeth I juga mengirim hadiah-hadiah yang berharga termasuk sepasang gelang dari batu rubi dan surat yang ditulis di atas kertas yang halus dengan tinta emas. Sir James pun dianugerahi gelar "Orang Kaya Putih".[2]
Sultan Aceh pun membalas surat dari Ratu Elizabeth I. Berikut cuplikan isi surat Sultan Aceh, yang masih disimpan oleh pemerintah kerajaan Inggris, tertanggal tahun 1585:
I am the mighty ruler of the Regions below the wind, who holds sway over the land of Aceh and over the land of Sumatra and over all the lands tributary to Aceh, which stretch from the sunrise to the sunset.
(Hambalah sang penguasa perkasa Negeri-negeri di bawah angin, yang terhimpun di atas tanah Aceh dan atas tanah Sumatra dan atas seluruh wilayah wilayah yang tunduk kepada Aceh, yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam).
Hubungan yang mesra antara Aceh dan Inggris dilanjutkan pada masa Raja James I dari Inggris dan Skotlandia. Raja James mengirim sebuah meriam sebagai hadiah untuk Sultan Aceh. Meriam tersebut hingga kini masih terawat dan dikenal dengan nama Meriam Raja James.

Belanda[sunting | sunting sumber]

Selain Kerajaan Inggris, Pangeran Maurits – pendiri dinasti Oranje– juga pernah mengirim surat dengan maksud meminta bantuan Kesultanan Aceh Darussalam. Sultan menyambut maksud baik mereka dengan mengirimkan rombongan utusannya ke Belanda. Rombongan tersebut dipimpin oleh Tuanku Abdul Hamid.
Rombongan inilah yang dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang singgah di Belanda. Dalam kunjungannya Tuanku Abdul Hamid sakit dan akhirnya meninggal dunia. Ia dimakamkan secara besar-besaran di Belanda dengan dihadiri oleh para pembesar-pembesar Belanda. Namun karena orang Belanda belum pernah memakamkan orang Islam, maka ia dimakamkan dengan cara agama Nasrani di pekarangan sebuah gereja. Kini di makam ia terdapat sebuah prasasti yang diresmikan oleh Mendiang Yang Mulia Pangeran Bernhard suami mendiang Ratu Juliana dan Ayah Yang Mulia Ratu Beatrix.

Utsmaniyah Turki[sunting | sunting sumber]

Pada masa Iskandar Muda, Kerajaan Aceh mengirim utusannya untuk menghadap Sultan Utsmaniyah yang berkedudukan di Konstantinopel. Karena saat itu Sultan Utsmaniyah sedang gering maka utusan Kerajaan Aceh terluntang-lantung demikian lamanya sehingga mereka harus menjual sedikit demi sedikit hadiah persembahan untuk kelangsungan hidup mereka. Lalu pada akhirnya ketika mereka diterima oleh sang Sultan, persembahan mereka hanya tinggal Lada Sicupak atau Lada sekarung. Namun sang Sultan menyambut baik hadiah itu dan mengirimkan sebuah meriam dan beberapa orang yang cakap dalam ilmu perang untuk membantu kerajaan Aceh. Meriam tersebut pula masih ada hingga kini dikenal dengan nama Meriam Lada Sicupak. Pada masa selanjutnya Sultan Ottoman mengirimkan sebuah bintang jasa kepada Sultan Aceh.

Perancis[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Aceh juga menerima kunjungan utusan Kerajaan Perancis. Utusan Raja Perancis tersebut semula bermaksud menghadiahkan sebuah cermin yang sangat berharga bagi Sultan Aceh. Namun dalam perjalanan cermin tersebut pecah. Akhirnya mereka mempersembahkan serpihan cermin tersebut sebagai hadiah bagi sang Sultan. Dalam bukunya, Denys Lombard mengatakan bahwa Sultan Iskandar Muda amat menggemari benda-benda berharga.[2]
Pada masa itu, Kerajaan Aceh merupakan satu-satunya kerajaan Melayu yang memiliki Balee Ceureumeen atau Aula Kaca di dalam Istananya. Menurut Utusan Perancis tersebut, Istana Kesultanan Aceh luasnya tak kurang dari dua kilometer. Istana tersebut bernama Istana Dalam Darud Donya (kini Meuligoe Aceh, kediaman Gubernur). Di dalamnya meliputi Medan Khayali dan Medan Khaerani yang mampu menampung 300 ekor pasukan gajah. Sultan Iskandar Muda juga memerintahkan untuk menggali sebuah kanal yang mengaliri air bersih dari sumber mata air di Mata Ie hingga ke aliran Sungai Krueng Aceh dimana kanal tersebut melintasi istananya, sungai ini hingga sekarang masih dapat dilihat, mengalir tenang di sekitar Meuligoe. Di sanalah sultan acap kali berenang sambil menjamu tetamu-tetamunya.
sumber.

https://id.wikipedia.org/wiki/Iskandar_Muda_dari_Aceh

Seni Kriya

Seni Kriya
Mungkin para user sudah pernah baca apa itu seni kriya baik itu dari website-website yang lain maupun dari para blogger, yang ingin admin sampaikan di sini ialah menyimpulkan semua makna, pengertian ataupun arti dari seni kriya tersebut.
Seni kriya menurut www.bilvapedia.com seni kriya adalah seni rupa murni berwujud dua atau tiga dimensi, baik yang memiliki guna praktis maupun guna hias. Seni kriya menggunakan bahan-bahan bebas sepanjang bahan-bahan tersebut dapat di gunakan untuk membuat karya. Contoh kursi berukir.
Arti seni kriya menurut www.lahiya.com ini datang dari kata krya (bhs snskrta) yang bermakna mengerjakan dari akar kata itu setelah itu beralih jadi kata kriya, karya, kerja. Dalam artian khusus yaitu kerjakan suatu hal untuk merubah satu benda atau objek.
Dan yang terakhir itu adalah dari situs www.tandapagar.com yang menuliskan bahwa istilah seni kriya ini berasal dari kata krya (bahasa sanskrta) yang berarti mengerjakan  dari akar kata tersebut selanjutnya berubah menjadi kata kriya, karya, kerja.
Dalam pengertian artihusus yakni, mengerjakan sesuatu untuk mengubah suatu benda atau objek. Sedangkan pada pengertian lain, seluruh hasil tugas termasuk juga beragamketeknikannya dinamakan seni kriya. ( Timbul Haryono, 2002).
Dalam bahasa Indonesia kata kriya adalah pekerjaan (kerajinan tangan). Sedangkan dalam bahasa Inggris dinamakan craft yg mengandung arti  kemampuan atau energi, pengertian lain sebuah ketrampilan bisa di artikan mengerjakan atau menciptakan sesuatu.

Admin menyimpulkan bahwa Arti seni kriya terkenal dari kata krya (bahasa sanskrta) yang berarti mengerjakan dari awal kata itu setelah berganti menjadi kriya, karya dan kerja. Dalam artian khusus yaitu, membuat suatu hal untuk menciptakan satu benda atau objek.

Jenis-jenis seni kriya

Jika para user ingin lebih mengenal apa saja yang berkaitan dengan seni kriya di sini admin akan menjelaskan dengan beragam macam karya yang di ciptakan oleh seni kriya nusantara. Alat-alat karya itu berkategori yang banyak menggunakan alat-alat alami. Semua itu di fungsikan dengan baik. Dari semua seni kriya nusantara tersebut, banyak juga dari para pengrajin yang mempertahankan ciri khas tradisional sesuai dengan tuntutan pasar.

Jenis-jeni alat yang dapat di fungsikan dari seni kriya adalah sebagai berikut:

1.      1. Kriya Kayu

     Kriya kayu adalah suatu bidang seni kriya yang cara membuatnya benda atau mempunyai nilai guna maupun hiasan yang memfungsikan alat-alat dasar kayu.
     Dalam kriya kayu ada pedoman dasar yang biasa menjadi acuan untuk tingkat pemula, sebuah acuan yang harus di kuasai.
     Karena banyaknya kerajinan dari seni kriya ini, diantaranya wayang golek, furniture, topeng, patung dan hiasan ukiran lainnya.

2.     2.  Kriya Tekstil
Pedoman kriya tekstil mempunyai acuan yang cukup luas, karena mengacu berbagai jenis kain yang dapat digunakan, entah itu dengan cara ditenun, diikat dan berbagai cara lain yang dikenal saat memproses pembuatannya.
Pada umumnya kain digunakan dari serat lalu dipintal atau di pilin, sehingga dapat menghasilkan benang panjang yang nanti akan dapat dirajut atau ditenun dan menghasilkan kain yang menyerupai barang jadi.

3.     3.  Kriya keramik
Alat-alat dasar pembuatan keramik adalah tanah liat. Benda yang dibentuknya pun beraneka ragam tapi, tetap menyesuaikan pada setiap bentuk yang akan di olah, antara lain melalui teknik lempeng, pilin, pijit dan biasanya yang orang-orang tahu itu adalah teknik cetak.

4.      4.  Kriya logam
Kriya logam ialah seni kriya yang khusus mengadaptasikan logam menjadi macam benda kerajinan.

5.       5. Kriya kulit
Kriya kulit yaitu jenis karya seni yang beralat dasarnya adalah kulit. Kulit yang bisa di fungsikan pun beraneka ragam, mulai dari kulit sapi, kerbau, kambing, ular dan buaya.

6.       6. Kriya batu
Ternyata batu juga bisa di jadikan alat untuk membuat seni kriya dan bahkan bernilai sangat tinggi. Dari teksturnya yang keras dan condong kaku, untuk dibentuk, ternyata dapat di gunakan menjadi sebuah seni kriya yang indah.
  

Police Story

Perampokan Bank S uatu pagi yang cerah dengan titik matahari yang sangat indah di ufuk timur bandung ini, terdengar suara yang mengg...